Pages

Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juni 2012

RIP Coco, Im gonna miss u.

Selasa, 26 Juni 2012
Pagi ini saya bangun kesiangan, sekitar pukul 8 am saya baru bangun. Begitu bangun saya mendengar kabar tidak enak. "Che, Coco meninggal." kata Koko. Saat itu perasaan saya biasa saja dan saya malah balik bertanya dengan sedikit bungung, "ha???? Coco meninggal?", saya coba meyakinkan diri dan berharap itu hanya sebuah guyonan. "Iya Che, Coco meninggal dekat pintu sama kelinci yang kecil juga meninggal Che", jawab Koko. Bagaikan petir di siang bolong, rasanya kaget banget. Saya pun langsung bermaksud mengintrograsi Koko tapi karena sedang ada Si Peak, temannya yg datang berkunjung di pagi hari akhirnya saya harus menundanya. Banyak pertanyaan berkecamuk dipikiran saya, "apa benar Coco meninggal?, mati kelaparan kah dia? atau mungkin Coco keracunan karna menyantap makanan yg mengandung racun tikus?". Sampai pada saat saya mandi pun saya mencoba mengingatnya, bagaimana Coco sangat berarti bagi saya, disaat tidak ada yg mendengar hanya dialah yg peduli dengan keluh kesah saya, kami bermain bersama dan kejar-kejaran, berbagi makanan bersama, oh God dia sangat berarti sekali. 

Ya dari segi fisik Coco memang hanya kelinci biasa, yang hanya dengan uang Rp.50ribu sudah bisa dibawa pulang dari pasar hewan. Tapi Coco sangat unik dan berbeda. Coco sangat paham sekali ketika saya memanggilnya, dia akan datang sambil berlari menghampiri saya. Apalagi kalo saya baru pulang dari luar sambil menenteng kantong kresek pasti deh langsung disambut sama Coco. Coco tahu di mana harus membuang kotorannya pada tempat yang pantas (sebelum akhirnya jadi "bodoh" terpengaruh oleh 2 kelinci hibah). Coco sangat rapi dan rajin membersihkan setiap inchi tubuhnya. terkadang saya malah berpikir jika Coco manusia, Coco pasti tampak tampan n rapi. Idola para wanita. He cares with his style.
Ada begitu banyak hal yang saya sesali dan harusnya saya lakukan sebelum Coco meninggal. Sudah hampir 3 bulan Coco tidak saya mandiin, bau n kotor tentunya. Bayam yang tumbuh subur di depan bengkel pun belum sempat saya petik untuk Coco. Dan yang paling sangat Saya sesali adalah saya tidak sempat melihat mayat Coco. Keterlaluan Koko membuang mayat Coco tanpa memberikan kesempatan bagi Saya untuk melihat n melakukan investigasi. sampai saat ini saya masih merasa janggal, bagaimana mungkin Coco yg semalam terlihat sehat wal afiat, lincah dan diberi makan cukup bisa mati mendadak bersamaan dengan si Kancut di sampingnya. Mati dengan "konon kabarnya" seperti posisi tidur biasanya, badan masih lemas belum kaku dan tidak ada tanda kejang. Mistery !!!


Rabu, 27 juni 2012

Bangun pagi terasa berbeda sekali. Biasanya saya akan mengusahakan bangun lebih awal pergi ke pasar tradisonal membeli kangkung segar buat Coco atau kalo pun malas ke pasar saya akan menyuruh Kentung untuk membeli makanan Coco. Pagi ini tidak ada batang kangkung berserakan, juga tidak ada kotoran Coco dkk. Bersih dan tidak merepotkan. Tapi di dalam hati saya merindukan Coco, mengelus bulunya atau mengerjainya dengan menarik ekornya yg lucu, panjang dan mengembang. Akan terasa lebih sunyi lagi ketika nanti jika saya merasa sedih di malam hari dan tidak ada Coco di samping saya. Akh sedih rasanya. Im gonna miss u Coco.


Mereview ke belakang Agustus 2010, saat pulang dari rumah ci Lia di malam hari n gerimis Koko melihat penampakan seekor kelinci sedang loncat-loncat di jalan raya. Dengan sedikit susah payah kami pun berhasil menangkapnya. Dia terlihat kotor, labil dan lapar. Saat itu kami pun memberi dia makan, makanan seadanya yang ada di kulkas dan dia tampak lahap sekali. Dari bentuknya sepertinya Coco bukan kelinci sembarangan, saya yakin dia adalah kelinci peliharaan yang kabur. Semakin hari Coco terlihat semakin betah dan lincah, beberapa bulan kemudian Koko membelikan 2 ekor teman buat Coco, Pupu n Cici. Cici akhirnya meninggal sekitar 7 bulan kemudian karena sakit kronis disusul Pupu beberapa bulan kemudian dengan gejala kejang-kejang. Beberapa bulan setelah itu kami mendapat hibah 2 ekor kelinci untuk dijadikan teman Coco, si Kancut dan Mata Merah. Malang setahun bersama, Coco akhirnya meninggal bersamaan dengan pasangan sejenisnya yaitu si Kancut.

Coco n Pupu




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sabtu, 25 Februari 2012

before I go back from Borneo

Menceritakan tentang Borneo seperti tidak ada habisnya. Ada begitu banyak cerita di pulau ini. Pulau dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Moment2x yg tak akan terlupakan seumur hidup terjadi di Borneo. Kemarin saat berada di Pontianak, saya dan sahabat saya menginap di rumah sahabat karib kami. Senangnya di saat kami menjelajahi kuliner jalan Gajah Mada dengan berjalan kaki, saya sempat mengabadikan moment indah bersama mereka. Thank ya teman-teman buat waktu dan kebersamaannya. Semoga tahun depan kita masih bisa berjumpa lagi. Menghabiskan waktu untuk bercanda, bercerita dan makan2x. Amin.






Oya bila berkunjung ke Pontianak, belum lengkap rasanya kalau tidak membeli oleh2x berupa makananan dan bentuk lainnya. Kalau tidak mau repot & ingin membeli oleh2x khas KalBar di tempat yg One Stop Shopping, para blogger bisa mengunjungi pusat oleh2x yg namanya PSP. Bertempat di samping gereja Katedral Pontianak sebelum Matahari Mall. PSP ini adalah pusat pertokoan oleh2x khas Kalbar berupa kios-kios kecil. Dahulu disini hanya menjual oleh2x non makanan dan beberapa gerai toko handphone. 

Oleh-oleh yg dijual ada yg berupa makanan, pakaian, kain, pernak-pernik, tas, mandau, perisai mandau, dompet, kerajinan manik-manik dan lain sebagainya. Khusus untuk oleh2x yg bukan berupa makanan harganya masih bisa di tawar lho. Kalau untuk makanan sendiri, setelah saya survei harganya rata-rata sama dengan toko lainnya (kecuali mungkin kalau belinya sangat banyak/untuk dijual lagi). Untuk oleh2x berupa makanan disini bisa dijumpai Keripik Talas, Olahan Lidah Buaya, Kacang Madu, Amplang, kerupuk, Aneka Dodol, Ikan asin, Juhi, Udang Ebi, Ikan Teri dan masih banyak lagi. 
Khusus untuk dodol durian saya rekomendasikan dodol durian Atie GajahMada karena menurut saya rasa, aroma dan teksturnya pas sekali. Untuk dodol jenis lainnya bisa mampir membeli di toko Along Gajah Mada. Sedangkan untuk ikan Asin, Ebi dan Ikan teri saya pribadi lebih suka hunting di pasar tradisional Flamboyan karena selain harganya lebih murah sedikit, pilihannya juga lebih banyak.




Saatnya bagi saya untuk terbang meninggalkan Borneo. Pemandangan favorit dari atas pesawat yg selalu saya rindukan adalah Sungai Kapuas. Sungai Kapuas yg kalau saya perhatikan dari atas nampak seperti body ular sawah yg panjang sekali dan tidak kelihatan ujungnya. Sungai yg dari atas terlihat tenang tetapi sebenarnyadi dalamnya menyimpan begitu banyak kehidupan dan menjadi sarana transportasi dan sumber mata pencaharian sebagian orang. Sungai yg membuat saya cukup trauma dengan mimpi buruk yg kadang menghantui tidur saya. Ya biar bagaimanapun, terkadang saya rindu untuk tinggal di atas rumah terapung di atas Sungai Kapuas lagi.






Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Wisata Kuliner Singkat di Pontianak

Sudah beberapa hari meninggalkan kota Pontianak tapi rasanya kenangan bersama teman-teman masih belum bisa dilupakan. 3 hari kebersamaan terasa singkat sekali dan sampai sekarang rasanya belum puas melewati hari bersama teman-teman dan mencicipi aneka kuliner di Pontianak. Dalam waktu 3 hari yg menurut saya terlalu singkat itu, untunglah ada beberapa makanan yg memang sudah masuk dalam draft saya berhasil saya cicipi. Andaikan ingin menuruti hawa nafsu, semuanya ingin saya makan. Tapi apa daya, kapasitas perutnya sudah tidak sanggup untuk  menampung lebih banyak makanan lagi.

Pagi sekali, setelah perjalanan semalam suntuk dengan bis Damri, perut terasa lapar sekali. Target saya dan teman saya adalah nasi kuning langganan saya sewaktu dulu masih kuliah di sana. Ya nama nasi kuningnya adalah nasi kuning Ahui yg tereletak di Jalan Gajah Mada. Ada yg berubah ketika sampai di sana. Sekarang di bangunan tersebut juga menjual bakso ikan, kalau tidak salah nama bakso ikannnya adalah bakso ikan Ahok.
Nasi kuningnya pulen dan  harum sekali plus tambahan lauk berupa ayam goreng dan telur rebus goreng dan sayur berupa oseng kacang panjang wortel dengan topping kacang tanah dan bawah goreng membuat nasi kuningnya kaya tekstur. Pelengkap berupa sambel terasinya juga mantap sekali. Hanya saja khusus untuk oseng kacang panjangnya, menurut saya ukurannya terlalu panjang jd agak sulit untuk memakannya. Perlu di kunyah ekstra lebih lama lagi. 




Untuk bakso ikannya sendiri saya katakan bahwa bakso ikan ini benar-benar enak meskipun saya lupa menanyakan bakso ikan ini terbuat dari ikan apa. Untuk kuahnya, tingkat keasinannya pas sekali plus di dalam kuahnya berisi kacang kedelai yg telah rebus empuk. Taburan seledri pada kuah plus penambahan sayuran berupa sawi keriting membuat aroma dan penampilannya lebih hidup. Untuk baksonya sebenarnya ada banyak pilihan lho, cuma pada saat itu teman saya memesan bakso ikan yg biasa. Ukuran baksonya menurut saya sangat pas, bisa langsung "lep" masuk ke dalam mulut. Tekstur baksonya juga kenyal-kenyal gitu. Tahu isinya juga enak sekali, tekstur tahunya lembut dan tidak asam. Saya pribadi sangat suka menambahkan lada, sambel dan perasan jeruk sambel ke dalam bakso ini biar rasanya semakin mantap. he.he.he



Untuk menu makan siangnya, kami menyantap nasi ayam Afu yg beralamat di Jalan Gajah Mada (di samping KFC Gajah Mada setelah jalan Siam). Ini adalah nasi ayam favorit saya diantara begitu banyak rumah makan yg menyediakan nasi ayam. Untuk pecinta nasi ayam, saya katakan nasi ayam satu ini adalah juara. Recomemnded banget. sedangkan untuk fotonya, maaf kemeren saya lupa foto. buru-buru makan jadi kelupaan. Pas nasinya udah berantakan di acak-acak baru deh ingat kalau ternyata nasi ayamnya lupa di foto. :( (foto Update dari kamera BB Susina).Oya meskipun namanya nasi ayam tapi sebenarnya lauknya ini juga mengandung daging bab1 lho jadi buat yg muslim jangan makan yaaaa.

Dilanjutkan dengan wisata kuliner di malam hari, menjelajahi jalan Gajah Mada dengan berjalan kaki di tengah gerimis yang mengundang dan ditemani oleh teman-teman tercinta. (makasi ya teman2x, meskipun gerimis tapi mau diajak jalan kaki menjelajahi GaMa). Tidak banyak yg berubah di sepanjang jalan Gajah Mada, suasana di malam hari tetap sama seperti dulu. Ada begitu banyak tukang jajanan di sepanjang jalan GaMa; makanan dan minuman beraneka jenis ada di GaMa. Orang-orang yg sekedar duduk minum untuk kongkow di jalan tsb juga tetap rame. Untuk urusan kuliner dan kongkow, sepanjang jalan GaMa memang tidak ada matinya.


Bakpao memang salah satu jenis kuliner khas yang dapat ditemukan di sepanjang jalah GaMa maupun jalan sekitarnya. Menurut saya, tekstur dan rasa bakpao Pontianak sendiri sangatlah khas. Berbeda dari bakpao yg saya temukan di kota lain. Untuk teksturnya sendiri, bakpao Pontianak lebih padat tidak mudah gembyos dan isinya bermacam2x ada kacang hijau, babi kecap, daging merah, kacang merah dsb. Penjual bakpao gerobak seperti ini biasanya dapat dijumpai di saat sore menjelang malam lho dan biasanya nangkring sampai malem banget. 
Penjual bakpao sendiri tidak hanya memakai gerobak seperti gambar diatas, ada juga rumah makan yg menjual bakpao lho. Seperti cafetaria yang beralamat di jalan Setia Budi ini. Buat yang mau menyantap bakpao sambil duduk santai dapat mengunjungi cafetaria ini. Harga bakpaonya juga terpampang jelas cuma Rp.5.000,-per buah. Sangat terjangkau bukan?

Pertualangan mencari makanan pun masih berlanjut setelah salah seorang teman saya membeli bakpao untuk dibungkus pulang. Saat itu saya kepingin sekali menyantap makanan yg dulu sering dibelikan oleh koko saya sepulang kuliah malam. Agak lama bagi saya untuk mengingat nama makanan tsb, untunglah salah seorang teman saya ingat namanya dan kami pun segera meluncur ke TKP. Ya baru ingat, namanya Ko Kue,... ^_^.

Nah ini dia yg namanya Kou Kue. Dari segi bentuknya memang tidak menarik lho, tapi buat yg doyan rasa Kou Kue ini enak sekali. Proses pembuatannya awalnya adonan di kukus dengan talam yg besar setelah matang & dingin baru deh di oseng2x di atas wajan datar yg super besar dengan ditambahin aneka bumbu. Kou Kue yg saya pesan ini pure Kou Kue yg dibuat dari tepung beras dan campuran daun Kuchai. Ada beberapa jenis adonan lho, seperti yg terbuat dari talas juga ada. Cara makannya ya dimakan selagi panas bisa ditambahin sambel rawit ataupun lada. Pasangannya Kou Kue biasanya semangkuk es Kacang Merah.

Nah kalo yg satu ini namanya Chai Kue Goreng. Chai kue sendiri ada 2 jenis lho, ada Chai Kue Basah dan Chai  Kue Goreng. Kebetulan tempat ini hanya menyediakan Cahi Kue Goreng. Rasa dan variant isi nya sama aja kok. Cuma Chai Kue Goreng itu bentuknya lebih besar & bulat serta ada sensai gosongnya. Isiannya ada yg terbuat dari Kacang kupas, rebung, Ku Chai, bengkoang dan talas. Sedangkan kulitnya sendiri terbuat dari tepung beras dicampur air dan sedikit minyak goreng. Cara makannya bisa ditambahin sedikit kecap ataupun sambel rawit. Rasanya enak banget lho dan kadang menu ini juga disediakan di rumah makan Dim Sum.  


Ini dia nih, suasana pembuatan Kou Kue dan Chai Kue Goreng. Bisa dilihat di fotonya ada nampan gede berisi adonan Kou Kue yg siap untuk di oseng diatas wajar datar yg super gede. Suasananya rame lho, ga pernah sepi. Bahkan kadang harus bersabar antri saking banyak yg pesan.



Setelah kenyang menyantap dan mencomot-comot makanannya, kami pun bergerak pulang. Di sepanjang jalan pulang tetap saja menemui banyak godaan jajanan terutama minuman (karena untuk makan lagi rasanya sudah gak kuat). Teman-teman saya membeli minuman yg namanya Kembang Tahu.  Di gerobak ini juga banyak menjual aneka minuman lain seperti Es Tahu, Sari Kacang Ijo dan Liang Teh. semuanya minuman khas kota Pontianak dan wajib dicobain. 

Saya yg dulu pernah membeli kembang tahu dan trauma gara2x kuahnya terlalu manis (tapi bukan membeli di tempat ini ya) emoh untuk ikut membeli Kembang Tahu. Ekh ternyata sampai di rumah, saya yg niat awalnya cuma pinjam Kembang Tahu teman buat di foto akhirnya tergoda juga buat cicipin. Dan bener lho, kembang tahu yg dijual sama acek ini enak banget, gak telalu manis, teksturnya lembut dan ada sensasi rasa & aroma gingernya. Jadi buat yg mau angetin tubuh, Kembang Tahu ini recomended banget. Em, meskipun sebenarnya masih agak kenyang tapi untuk makanan satu ini hajar aja dah. Habis enak sih. Hi.hi.hi

Keesokan paginya yg menjadi target kami adalah bubur ayam dan Kwe Cap. Untuk bubur ayam sendiri pasti sudah tidak asing lagi ditelinga para blogger. Karena hampir di setiap kota di indonesia memiliki menu bubur ayam meskipun dengan variasi yg berbeda. Bubur ayam & Kwe Cap yg cukup tersohor di Pontianak beralamat di Jalan Setia Budi. Buka dari pagi sampai agak siangan lalu tutup. Setelah malam di atas jam 6 baru deh rumah makan ini buka lagi. Foto ini adalah penampakan buburnya porsi normal & bisa pesan setengah porsi saja ya. Toppingnya komplit banget lho, ada ayam suwir, daging kecap, Ca Kwe dan ada telur bacemnya juga.

Saya sendiri memilih memesan Kwe Cap karena makanan ini tergolong langka. Saya juga belum pernah menemukan menu ini di pulau lain yg saya singgahi. Kwe Cap sendiri adalah makanan non halal karena kuahnya terbuat adalah kaldu dari tulang bab1 dan penggunaan kulit bab1 goreng sebagai menu utamanya selain gulungan tepung beras. Rasanya enak dan disantap selagi panas. Saya pribadi senang menambahkan cuka, kecap ikan, sambal dan lada ke dalam kuahnya. Rasanya menjadi asin, kecut dan pedas. Menyantapnya pun sambil keringatan karena panas dan pedas. hemmmm, terbayang akan Kwe Cap jadi bikin ngiler deh. T___T

Menu makan siang kali ini saya habiskan bersama teman2x kuliah saya. Setelah bingung menentukan pilihan makan dimana, akhirnya teman saya merekomendasikan makan di jalan Setia Budi. Nama rumah makannya saya lupa tapi yg jelas di rumah makan tersebut di bagian depannya menyediakan aneka jus sedangkan dibagian dalamnya juga menjual hidangan berupa Mie Asap atau Ramen. Saat itu kami memesan Mie Asap yg Pedas dan khusus buat saya Mie Asapnya ditambahkan sawi keriting yg banyak. ^_^. Oya porsinya sangat besar lho, jadi buat yg belum pernah coba apalagi yg gak kuat makan banyak saya saranin jangan pesan yg porsi jumbo. Bisa2x nanti malah keblenger saking kenyangnya. hehehe. Untung rasanya sendiri saya bilang ini lumayan lah, agak kecewa sedikit karena menurut saya ini kurang pedas. Awalnya saya kira Mie Asap Pedas ini bisa bikin saya keringetan tapi ternyata perlu ditambahkan sambel lagi baru deh pedasnya berasa. Aneka Jus di tempat ini juga recomended lho. Enak, buah dan susunya terasa sekali. Harga yg ditawarkan ditempat ini juga relatif terjangkau.

Nah sampai tiba di malam hari, malam terakhir menikmati makanan di Pontianak. Saat itu terlebih dahulu menemani  teman saya membeli CCP yg legendaris di jalan Siam. (kalau tidak salah jalan siam ya). Rumah makan ini dikenal dengan nama CCP tapi sebenarnya tidak ada spanduk ataupun papan naman yg bertuliskan nama CCP. Kemarin yang saya lihat justru dispanduknya ditulis dengan nama Ichiban. Ya sesuai namanya, rumah makan ini menyediakan aneka makanan Jepang. Rumah makan ini tidak pernah sepi lho. Banyak sekali penggemarnya sehingga kadang harus antri untuk memesan makanan. Sayangnya saat itu saya tidak menfoto tempat atau pun makanannya.

Menu makan malam saya kali ini adalah Bubur Ikan. Nah kuliner ini juga termasuk salah satu makanan khas Pontianak. Bubur Ikan dapat ditemukan di sepanjang jalan Gajah Mada dan jalan  sekitarnya di pagi hari dan lebih banyak lagi di malam hari. Bubur ikan ini sederhana tapi unik. Isiannya selain irisan ikan juga ada sayuran berupa sawi keriting dan semakin harum dengan minyak cacahan garlicnya. Meskipun dinamakan bubur tapi ternyata bentuknya masih berupa nasi, jadi tidak dimasak sampai berasnya hancur. Bahkan nasinya dimasak dengan ricecooker terpisah dari daging ikan dan kuahnya. Jika dilihat dari penampakannya, bubur ikan ini juga pantas disebut sebagai nasi plus sup ikan. Cuma karena sudah terlanjur disebut Bubur Ikan dan memang dikenal demikian maka kita harus tetap menyebutnya sebagai Bubur Ikan. ^_^ Bubur ikan yg saya santap kali ini beralamat di Jalan Hijas. Rasanya enak, ikannya juga tidak amis dan saat saya tambahkan lada, rasa bubur ikannya semakin mantap. Emmmm apalagi kalau disantap ditengah hujan pasti makin maknyus. ngiler.com

Sarapan pagi terakhir sebelum kami masing2x pulang meninggalkan Pontianak. Saat itu sebenarnya saya ingin mencicipi makanan yg namanya Kwe Khia Teng tapi karna menghemat waktu akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk menyantap makanan yg sama sama kami bisa makan (soalnya teman saya gak doyan makanan tsb). Nah saking bingung dan males muter2x akhirnya kami berdua stop di pinggir jalan Setia Budi menyantap Bubur Kanton mengandung Bab1. Untuk rasa menurut saya lumayan enak sedangkan untuk porsinya maaf terlalu banyak. Sampai2x bubur kami beruda tidak habis kami makan. Agak sedikit kecewa karena pada saat saya merevisi pesanan, ownernya salah dengar. Bubur saya yg harusnya dikasi jeroan bab1 malah diceplokin telur ayam kampung mentah. Sudah porsinya jumbo ditambah dengan penampakan telur ayam ceplok, rasanya mulai kenyang sebelum mencicipi.


Demikianlah sepenggal cerita kuliner saya yg bisa saya ceritakan selama hampir 3 hari di Pontianak. Sebenarnya ada begitu banyak makanan yg ingin saya cicipi lagi seperti Kwe Khia Teng, Es krim cempedak Hijas, Vegetarian Food Liang Xin, Nasi Kare, Bakso Sapi Merdeka, Kwe Tiaw Siantan, Es Kacang Ijo Ligo, Jus Angow, Chinesse Food di depan SJS dan masih banyak lagi.
Semoga next year saya bisa punya kesempatan untuk mengunjungi Borneo lagi. Amin.




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Rabu, 15 Februari 2012

My beloved Borneo

Tidak terasa sudah hampir satu bulan saya menghabiskan waktu bersama keluarga di Sintang dan besok malam saya akan berangkat ke Pontianak. Ada begitu banyak cerita selama berada di Sintang baik suka maupun duka. Saya ingin menuangkan moment-moment berharga ini adalam sebuah bentuk tulisan.Yang paling berkesan adalah sewaktu perayaan Imlek. Seluruh keluarga Lay berkumpul, banyak kue-kue yang enak dan tentunya ada sesi bagi-bagi angpao buat orang yg lebih tua dan anak-anak (kewajiban bagi yg sudah merried/ pun sudah bekerja).
Malam menjelang perayaan imlek sangat meriah, ada begitu banyak kembang api dan langit pun menjadi berwarna-warni. Suasana tersebut berlangsung hingga lewat dari jam 12 malam, saya yg awalnya sedang tertidur nyenyak pun terbangun dan segera keluar untu menikmati suasana tersebut. Sungguh malam itu sangat berbeda jauh dari malam biasanya
Keesokan harinya adalah hari pertama perayaan imlek. Rumah yg "diserbu" pertama kali oleh pasukan keluarga Lay adalah rumah kediaman Se Suk Pho, mamanya Amoy. Sebenarnya sih ga wajib, mengingat Se Su Pho "pangkatnya" lebih muda dari Apho saya. Tapi karena sudah sangat bersemangat untuk Pai Nyen makanya kami serbu aja. Hi.hi.hi

Nah itu dia penampakan selama Pai Nyen di rumah Sesukpho. Bagi yanga ga kebagian kursi ya terpaksa duduk ngelantai. he.he.he Sebenarnya jumlah personil keluarga Lay sangat banyak cuma yg ada di Sintang pada waktu itu cuma segitu doank. Berharap suatu saat nanti bisa kumpul bareng dengan lengkap.
Kalau foto yang ini adalah foto Apho saya dan SamPakpho. SamPakPho ini adalah adik ipar Apho, beliau orangnya lucu lho dan agak "nyeleneh". He.he.he Beliau adalah tamu wajib yg dittunggu-tunggu selama imlek. Klo kata Yanti sih beliau itu "Tamu Agung". hahahaa, ada2x aja si Yanti.

Tralaaaa, ini adalah foto para model Wannabe.. Perkenalkan yg pake baju hijau lumut namanya Yanti sepupu saya, yg pake baju silver celana Ijo namanya Amoy aka Sancumoi tante saya dan yg paling cilik namanya Rifky anak Amoy. Tiap kali melihat foto ini saya rasanya lucu sekali, soalnya demi berfoto ria si Amoy sampai menelantarkan anaknya Rifky di lantai. Jadilah si anak merayap di lantai sendirian. Untungnya Rifky ga rewel jd kami bs berpose dengan tenang. Moy,... Moy,,.... tega nian dirimu. Thanks buat SamJi yg udah jadi fotografer kami. ^__^


Foto di atas ini adalah foto bersama sebagian anak-anak keluarga Lay. Yang kiri atas namanya Vincent alias Encent, cucunya Samji anak sepupuku Ely. Gambar setelahnya adalah sepupu kecilku Rifky anak Amoy. Kalo yg foto di kiri atas namanya Justin alias Entin cucunya Thaiji anak sepupuku Surya. Berkat anak-anak ini suasana di perumahan keluarga Lay jadi lebih rame. hehehe

Nah yang namanya Imlek pasti identik sama atraksi Barongsai. Meski Sintang hanya sebuah kota kecil namun dari dulu atraksi Barongsai selalu hadir setiap Imlek. Barongsainya sih biasanya ada yg asli dari Sintang, tapi yang dari luar kota kadang juga ada lho. 


Barongsainya lucu deh, ada manusia bertopengnya. Kata keponakanku Encent, manusia bertopeng itu adalah Zombie. hihihiii ada2x aja tuh anak.

Puncak perayaan Imlek dikenal dengan CapGoMeh yg kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Tanggal 15. Istilah ini merujuk pada tanggal 15 bulan 1 dalam kalender Imlek. Perayaan Capgomeh di Kalbar pusatnya ada di kota Singkawang. Maklum saja karna Singkawang sendiri dikenal sebagai kota Amoy, banyak orang tionghoa bermukim disana Saya sendiri belum pernah ke Singkawang dalam rangka imlek tapi dengar2x dari teman sih di sana rame banget sampai macet dan hotel2x pada full reserved. Tapi Sintang gak mau kalah donk,... perayaan Capgomeh tetap ada meski cuma kecil2xan. Puncak perayaan Capgomeh dirayakan di Kelenteng dekat Jembatan Masuka.



Dekorasi Kelenteng yang meriah serba merah; lampion merah, bunga sakura dan ornamen lainnya yang semakin menambah meriah suasana.

Naga atau Liong membuka mata pada hari CapGoMeh, untuk selanjutnya disembahyangin lalu diarak kemudian dibakar. Ini merupakan tradisi wajid dikala Capgomeh.

The last Moment, saat kami berujak bersama. Sederhana saja, cuma ada timun, kedondong dan nanas. Maaf ya, agaknya cocorannya kurang pedes.

Demikianlah sepenggal pengalamanku selama berada di Sintang Borneo yang dapat saya ceritakan. Ada begitu banyak kisah yang saya simpan dalam memory saya. Doa saya semoga tahun depan kami semua masih diberikan umur dan rejeki serta kesehatan untuk merayakan imlek lagi. God Bless Us.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Jumat, 10 Februari 2012

Nostalgia Blog

Kangen,... itulah kata pertama ku setelah membaca blog ini. Sudah hampir 6 bulan blog ini tidak saya update. Saya sudah lama tidak berbicara dengannya, membiarkannya diam seorang diri tanpa sepatah katapun.

Maafkan diriku,... atas segala sikap acuhku padamu. Saya sadari sungguh blog ini bukan sekedar tulisan tentang makanan, sesungguhnya ini seperti diary bagi saya. Mengingatkan diriku akan masa yang telah lalu. Membangkitkan memory akan emosi di masa yang lalu. Disini saya menumpahkan segalanya; perasaan cinta akan makanan dan seseorang. Saya berjanji padamu oh blog, nanti apabila saya kembali dari Borneo saya kan lebih sering mengunjungimu, bercerita padamu tentang segalanya, makanan, cinta, ambisi, semuanya akan saya tumpahkan padamu seperti dulu. Karna kamu lebih dari sekedar blog bagiku.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Senin, 15 Agustus 2011

Honey bday 15 Agust '11

Setelah "pertarungan" sengit di dapur selama 3 jam akhirnya kelar juga masakan buat ultahnya Koko. Repot banget soalnya sambil nyuci perabot n kompor gas yg fungsi cuma satu (yg sebelah casing pemantiknya patah). Perasaan sudah tak karuan, mana di dapur banyak nyamuk lagi. Gerrrhhh bikin ga konsen pengen cepat kelar. Di saat terakhir barulah Koko bantu nyuci, bellin casing pemantik gas & pasangin anti nyamuk elektrik (huuuh kenapa ga dari awal sih Hun >,<). Tapi syukur puji Tuhan, meskipun banyak cobaan yg saya alami masakan tetap jadi n cukup memuaskan. Kata Koko masakannya enaak (thanks Hun).

Sebenarnya tidak ada yg special dalam perayaan ultah Koko kali ini. Saya juga tidak memberikan kado apa-apa. Cuma doa yg teriringi agar Koko sehat selalu dan mengucap syukur atas bertambahnya umur serta berat badan Koko. ^__^




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Minggu, 14 Agustus 2011

Honey Bday

Hemm besok Koko Honey ultah. Kira2x makanan apa yg dibuat?

Terlintas dibenak saya menu wajib yaitu Telur Rebus Merah, Siat Jan & Mie Panjang Umur.
Cake? ohoho saya tidak yakin akan membuat cake soalnya kondisi badan sedang kurang fit saat ini. Kalau pun jadi saya sedang memplaning sebuah cake yg dikasi filling selai strawberry homemade. Soal tampilan, em masih agak bingung karna saya belum pernah menghias cake. Maybe dengan dioles buttercream tipis ( u know kami ga begitu doyan sama buttercream) dan dipagari dengan chocostick. Let we see tommorrow.

Semoga sukses. ^____^




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer